Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memperkirakan hingga kuartal
III 2016 ini investasi yang masuk ke Indonesia mencapai 75 persen dari
target tahun ini yang sebesar Rp 594,8 triliun.
Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal BKPM Azhar
Lubis mengatakan, hingga Juli lalu, perolehan investasi telah mencapai
50 persen dari target. Dengan tren positif pada investasi, dirinya yakin
pada kuartal III ini akan menyentuh angka 75 persen.
"Kemarin sampai Juli sudah Rp 289 triliun. Sudah separuh dari pada
target Rp 594 triliun. Pada kuartal III ini kita optimis dapat 75
persen, itu minimal dari Rp 594 triliun," ujar dia di Kantor BKPM,
Jakarta, Selasa (20/9/2016).
Menurut Azhar, meski ekonomi global masih mengalami perlambatan, hal
tersebut tidak berdampak besar pada investasi di Indonesia. Sejumlah
sektor investasi yang menunjukkan tren positif adalah industri smelter,
CPO, dan baja.
"Kita optimislah, ada ekonomi slow down tapi pengusaha melihat
peluang. Kalau bangun (berinvestasi bangun pabrik) sekarang, baru jalan
(beroperasi) itu 2-3 tahun ke depan. Dia akan prediksi kejadian
mendatang, semua optimis tahun depan optimis. Makanya, kemarin di
Surabaya ada baja lapis aluminium, lapis seng itu groundbreaking. Kemudian smelter terus, minyak CPO juga. Properti juga tetap jalan," kata dia.
Azhar menyatakan, dengan adanya perlambatan ekonomi dan turunnya
harga komoditas di pasar global, justru menjadi peluang bagi para
investor untuk berinvestasi dan membangun pabriknya di Indonesia. Sebab,
pada saat ini harga bahan baku dan bahan penunjang seperti mesin-mesin
produksi ini lebih murah.
"Jadi sebetulnya saat-saat sekarang slow down ekonomi, harga
mesin-mesin sekarang lebih murah. Jadi kalau mau investasi sekarang.
Sehingga pada waktu 2-3 tahun lagi mereka produksi," tandas dia.
http://bisnis.liputan6.com/read/2606480/bkpm-pede-realisasi-investasi-tembus-75-persen-di-kuartal-iii
Tidak ada komentar:
Posting Komentar