Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Farah Ratnadewi
Indriani mengatakan bahwa Indonesia masuk dalam top reformers karena
kerjasama seluruh Kementerian dan Lembaga sehingga berdampak positif
pada peningkatan peringkat di tujuh indikator kemudahan berusaha.
"Bahwa untuk perbaikan ke depan, pihaknya mengharapkan Kementerian
dan Lembaga dapat lebih meningkatkan koordinasi perbaikan pada seluruh
indikator serta bersama-sama menyosialisasikan perbaikan tersebut
sehingga dapat mengubah persepsi mengenai Indonesia di dunia
internasional. Koordinasi lebih erat dengan seluruh Kementerian dan
Lembaga terakit termasuk daerah merupakan faktor yang krusial,” ujar
Farah pada siaran pers yang diterima merahputih.com, Rabu (26/10)
Sebelumnya, Menko Perekonomian Darmin Nasution dalam kegiatan Joint Press Briefing
terkait capaian kinerja 2 tahun Jokowi-JK, Selasa (25/10) menyampaikan
bahwa pengumuman kenaikan peringkat EODB Indonesia akan dilakukan pada
hari Rabu (26/10). Menko menyampaikan bahwa pemerintah akan menyiapkan
paket kebijakan ekonomi jilid 14 dan meneruskan proses deregulasi
kebijakan untuk terus memperbaiki kemudahan berusaha di Indonesia.
Kementerian Koordinator Perekonomian secara khusus membuat website
http://eodb.ekon.go.id/ untuk memudahkan berbagai kementerian yang
melakukan deregulasi untuk menyampaikan segala informasi terkait
perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah. BKPM terus mendukung berbagai
inisiatif yang dilakukan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian di
antaranya dengan melakukan sosialisasi ke berbagai responden di Jakarta
dan Surabaya yang menjadi locus dari survei EODB yang dilakukan oleh
World Bank.
http://news.merahputih.com/keuangan/2016/10/27/deputi-bkpm-perlu-koordinasi-lintas-kementerian-untuk-dongkrak-peringkat-ekonomi-indonesia/47264/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar